SYARAT, RUKUN DAN WAJIB HAJI


PENGERTIAN, SYARAT, RUKUN DAN WAJIB HAJI
  1. Ibadah Haji adalah berkunjung ke Baittullah (Ka'bah) untuk melakukan beberapa amalan antara lain Wukuf, Mabit, Thawaf, Sai'i dan Amalan lainnya pada masa tertentu demi memenuhi panggilan Allah SWT dan mendapatkan Ridho-Nya.
  2. Apakah yang di maksud Ibadah Umroh ?
    Ibadah Umroh adalah berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan Thawaf, Sa'i dan mencukur / menggunting rambut (tahalul)
  3. Apakah Hukum Ibadah Haji dan Umroh ?
    Hukum Ibadah Haji dan Umroh adalah wajib bagi yang mampu dan dilaksanakan sekali dalam seumur hidup.
  4. Apakah setiap Ibadah Haji harus digabung dengan Umroh ?
    Ibadah Haji dan Ibadah Umroh merupakan 2 (dua) peribadatan yang masing-masing berdiri sendiri, dengan demikian tidak setiap Ibadah haji harus digabung dengan Ibadah Umroh.
  5. Apa yang di maksud Haji Tamattu'
    Haji Tamattu' adalah melakukan Umroh terlebih dahulu kemudian mengerjakan Haji. Cara ini akan dikenakan Dam.
  6. Apa yang dimaksud Haji Ifrad ?
    Haji Ifrad adalah melakukan Haji saja. Bagi yang akan umroh wajib atau sunah maka setelah menyelesaikan Haji nya, dapat melaksanakan Umroh dengan Miqot dari Tan'im, Ji'ranah, Hudaibiyah atau daerah tanah halal lainnya. Cara ini tidak dikenakan Dam.
  7. Apa yang dimaksud Haji Qiran ?
    Haji Qiran adalah mengerjakan Haji dan Umroh di dalam satu niat (satu pekerjaan) sekaligus. cara ini juga wajib membayar Dam Nusuk. Pelaksanaannya sama dengan Haji Tamattu'.
  8. Apa Syarat Wajib Haji / Umroh ?
    Syarat Wajib Haji / Umroh ada 5 (lima) sbb :
    a. Islam
    b. Baligh (Dewasa)
    c. Berakal Sehat
    d. Merdeka (Bukan Budak)
    e. Istitha'ah (mampu)

    Setiap orang yang belum memenuhi syarat tersebut belum wajib Haji / Umroh.
  9. Apa yang dimaksud dengan Istitha'ah (mampu) dalam Ibadah Haji ?
    Istitha'ah (mampu) dalam Ibadah Haji adalah Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW ketika ditanya tentang Istitha'ah beliau menjawab "Bekal di Kendaraan". yang di maksud "Bekal" seperti Materi, Pengetahuan dan Kesehatan. Sedang yang dimaksud dengan "Kendaraan" adalah sesuatu yang mengantarkan kita dalam melaksanakan Ibadah Haji / Umroh seperti Kendaraan, Pesawat, Waktu, Kesempatan (Quota) termasuk juga Penugasan.
  10. Ada berapakah Rukun Haji  ?
    Rukun Haji ada 6 (enam) :
    a. Ihram (niat)
    b. Wukuf di Arafah
    c. Thawaf Ifadah
    d. Sa'i
    e. Bercukur
    f. Tertib sesuai tuntunan manasik Haji.

    Apabila tidak melaksanakan salah satu rukun Haji tersebut maka Haji nya menjadi tidak Sah.
  11. Ada Berapa Wajib Haji ?
    Wajib Haji ada 6 (enam)
    a. Ihram Haji dari Miqot
    b. Mabit di Muzdalifah
    c. Mabit di Mina
    d. Melontar Jumroh
    e. Menghindari perbuatan yang terlarang dalam keadaan berihram
    f. Thawaf Wada' bagi yang akan meninggalkan Makkah.

    Apabila meninggalkan salah satu wajib haji, maka hajinya sah akan tetapi wajib membayar Dam.
    Meninggalkan Thawaf Wada' bagi jamaah Haji yang Uzur, Sakit, Haid tidak akan dikenakan Dam.
  12. Apa yang di maksud tertib dalam pelaksanaan Ibadah Haji ?
    Tertib dalam pelaksanaan Ibadah Haji adalah melaksanakan ketentuan hukum manasik sesuai dengan aturan yang ada.
  13. Ada berapakah Rukun Umroh ?
    Rukun Umroh ada 5 (lima) :
    a. Ihram (niat)
    b. Thawaf
    c. Sa'i
    d. Bercukur
    e. Tertib.

    Apabila meninggalkan salah satu rukun umroh maka umrohnya menjadi tidak Sah.
  14. Apa yang dimaksud Wajib Umroh ?
    Wajib Umroh adalah Ihram Umroh dari Miqot dan tidak melakukan perbuatan yang diharamkan pada waktu melakukan Umroh. Apabila meninggalkan Wajib Umroh maka wajib membayar Dam.
  15. Apa yang dimaksud Umroh Wajib ?
    Umroh Wajib adalah Umroh yang baru pertama kali dilakukan (disebut Umratul Islam) atau Umroh yang dilakukan karena nazar.
  16. Apa yang dimaksud Umroh Sunah ?
    Umroh Sunah adalah Umroh yang dilaksanakan untuk yang kedua kalinya dan seterusnya dan bukan nazar.

Syarat, Rukun, dan Wajib Haji

Senin 25 Zulkaedah 1434 / 30 September 2013 21:41
hajj Syarat, Rukun, dan Wajib Haji
MENUNAIKAN ibadah haji adalah rukun Islam kelima, dan dambaan bagi setiap muslim. Ibadah yang diwajibkan pada akhir tahun kesembilan hijriah ini merupakan ibadah yang membutuhkan ekstra energi yang menyeluruh, mulai dari persiapan sebelum berangkat, berangkat dan tiba di tanah suci, melaksanakan syarat dan rukun haji.
Jika pun ada diantara kita belum Allah mampukan untuk pergi ke baitullah jelang musim haji ini, ada baiknya kita mengingat kembali rukun, syarat, dan wajib haji. Dengan itu, semoga Allah memampukan kita untuk menunaikan rukun Islam yang kelima ini. Berikut rincian syarat, rukun, dan wajib haji:
Syarat Wajib Haji
Syarat wajib haji adalah syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang sehingga dia diwajibkan untuk melaksanakan haji, dan barang siapa yang tidak memenuhi salah satu dari syarat-syarat tersebut, maka dia belum wajib menunaikan haji. Adapun syarat wajib haji adalah sebagai berikut :
1. Islam
2. Berakal
3. Baligh
4. Merdeka
5. Mampu
Rukun Haji
Yang dimaksud rukun haji adalah kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji, dan jika tidak dikerjakan hajinya tidak sah. Adapun rukun haji adalah sebagai berikut :
1. Ihram
Ihram, yaitu pernyataan mulai mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan memakai pakaian ihram disertai niat haji atau umroh di miqat.
2. Wukuf
Wukuf di Arafah, yaitu berdiam diri, dzikir dan berdo’a di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah.
3. Tawaf Ifadah
Tawaf Ifadah, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali, dilakukan sesudah melontar jumrah Aqabah pada tanggal 10 Zulhijah.
4. Sa’i
Sa’i, yaitu berjalan atau berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 Kali, dilakukan sesudah Tawaf Ifadah.
5. Tahallul
Tahallul, yaitu bercukur atau menggunting rambut setelah melaksanakan Sa’i.
6. Tertib
Tertib, yaitu mengerjakan kegiatan sesuai dengan urutan dan tidak ada yang tertinggal.
Wajib Haji
Wajib Haji adalah rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji sebagai pelengkap Rukun Haji, jika salah satu dari wajib haji ini ditinggalkan, maka hajinya tetap sah, namun harus membayar dam (denda). Yang termasuk wajib haji adalah :
1. Niat Ihram, untuk haji atau umrah dari Miqat Makani, dilakukan setelah berpakaian ihram.
2. Mabit (bermalam) di Muzdalifah, pada tanggal 9 Zulhijah (dalam perjalanan dari Arafah ke Mina).
3. Melontar Jumrah Aqabah, pada tanggal 10 Zulhijah yaitu dengan cara melontarkan tujuh butir kerikil berturut-turut dengan mengangkat tangan pada setiap melempar kerikil sambil berucap, “Allahu Akbar, Allahummaj ‘alhu hajjan mabruran wa zanban magfura(n)”. Setiap kerikil harus mengenai ke dalam jumrah jurang besar tempat jumrah.
4. Mabit di Mina, pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).
5. Melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah, pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).
6. Tawaf Wada’, yaitu melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Mekah.
7. Meninggalkan perbuatan yang dilarang saat ihram.


1 komentar:

  1. Dimana beda ihram di rukun haji dan ihram dr miqat di wajib haji

    BalasHapus